Kamis, 06 Mei 2010

Kasih Memerlukan Pengorbanan & Kesiapan Untuk Taat


7 Mei 2010

Kis 15 : 22 – 31 ; Yoh 15 : 12 – 17

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat – sahabatnya”

Masih ada orang yang berpendapat bahwa kasih itu sama dengan kebaikan, artinya kalau tidak ada masalah disitu ada kasih, semua berjalan lancar, segalanya baik – baik saja itulah kasih. Ada juga yang berpendapat bahwa kasih itu memberi sesuai dengan yang diinginkan, artinya menuntut orang lain untuk melakukan sesuai dengan harapannya atau juga menuruti segala keinginannya karena kita mengisihinya atau karena kita tidak tega menolaknya.

Hari ini, Injil mengajak kita bahwa kasih itu memerlukan pengorbanan. Hanya karena ketaatan kita dapat berkorban. Kalau bicara tentang ketaatan, kita berbicara tentang kaharusan bukan berbicara mengenai suka atau tidak suka. Karena mengasihi itu berarti siap berkorban, mengasihi itu bukan berarti balas budi karena dia sudah baik pada kita, mengasihi itu juga bukan karena kita ingin menyenangkan hati orang, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak dapat mengasihi, siapapun yang kita hadapi, bagaimanapun karakter orang yang kita hadapi, karena kasih memerlukan pengorbanan.

Maka mari, kita memulai dari diri kita terlebih dahulu untuk melakukan kasih dalam kehidupan kita sehari – hari, seberapa besar masalah yang kita hadapi, seberat apapun tantangan yang kita hadapi kita tetap mau taat untuk melakukan kasih, karena ketika kita berbuat kasih maka mungkin kita tidak dapat mengubah situasi atau kenyataan yang ada tetapi yang pasti kita akan memperoleh damai dan suka cita dari-Nya.
Bapa sudah mengorbankan Yesus Putra-Nya untuk menebus dosa – dosa kita, itu karena Bapa sangat mengasihi kita, maka Tuhan katakan tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat – sahabatnya. Artinya kasih itu memberi, memberi bukan untuk kepentingan diri kita pribadi tetapi memberi karena kita sudah mengalami kasih dari Tuhan dan kita mau menyalurkan kasih itu kepada sesama agar merekapun mengalami kasih-NYA yang akan membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan. Amin
Read More ..

Kasih Adalah Teladan Yang Diberikan


6 Mei 2010

Kis 15 : 7 – 21 ; Yoh 15 : 9 – 11

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu”

Dunia ini telah berubah makin hari makin keras, sehingga membuat orang – orang menganggap kekerasan adalah bagian dari untuk menyelamatkan dirinya, pendidikan dan kedisiplinan serta supaya dihormati dsb, makanya kasih harus kembali ada di tengah – tengah kita, karena dimana ada kasih di sana ada damai sejahtera, dimana ada kasih di sana ada sukacita dan kasih yang sempurna hanya kita dapat di dalam Yesus Tuhan kita.

Oleh karena itu kasih bukan hanya merupakan perintah dari Tuhan tetapi kasih juga merupakan teladan yang diberikan. Ibarat penyakit menular itulah kasih, ditengah – tengah situasi keras dan kasar, kalau ada satu orang diantaranya berbuat kasih maka kasih itu akan membawa perubahan pada orang – orang di sekitarnya. Maka, kasih itu harus dimulai dari diri kita, siapapun kita, bagaimanapun situasinya haruslah diri kita terlebih dahulu yang menerapkan kasih itu, sehingga akan memberikan dampak pada orang – orang di sekitar kita.

Kita tidak dapat menuntut orang lain untuk berbuat kasih, karena kasih itu adalah teladan yang diberikan. Kita tidak dapat mengubah orang lain, kita juga tidak dapat mengubah keadaan, tetapi kalau kita yang berubah atau dengan kata lain kita terlebih dahulu berbuat kasih maka keadaan akan berubah, karena kasih itu membawa pemulihan, kasih itu memberikan semangat yang baru serta kasih itu akan menumbuhkan iman kepercayaan kita, sehingga kasih adalah iman yang terlihat yaitu melalui perbuatan kita yang menunjukkan kasih.

Sebesar apapun masalah yang dihadapi, sudah banyak cara yang dilakukan tetapi masih belum terlihat hasilnya, mari kita nyatakan kasih maka kasih akan menghantar seseorang dapat berjumpa dengan Tuhan, kasih juga akan mengerjakan mujijat bagi yang melakukannya. Maka kasih itu sangat penting dalam hidup seseorang, dan ketika kita tahu kasih itu penting, mengapa kita tidak memberikan kasih itu ? Yesus sudah memberikan teladan kepada kita, melalui penderitaan dan wafat-Nya di atas kayu salib, itu DIA lakukan karena DIA sungguh – sungguh mengasihi kita, supaya kita terbebas dan menjadi manusia yang merdeka di dalam DIA. Amin.
Read More ..

Rabu, 05 Mei 2010

Bersatu Dengan Yesus


5 Mei 2010

Kis 15 : 1 – 6 ; Yoh 15 : 1 – 8

Perkembangan dunia dewasa ini sangatlah pesat, banyak tawaran dan fasilitas yang diberikan kepada manusia dengan tujuan untuk mempermudah gerak manusia, untuk membuat manusia merasa nyaman, sehingga tanpa disadari dampaknya adalah membuat manusia menjadi sombong dan kurang bersosialisasi dengan sesama, karena semua sudah terpenuhi sehingga pada akhirnya manusia tidak dapat menlihat arti dan makna hidup yang sebenarnya dengan demikian secara perlahan akan mengesampingkan Tuhan.

Yesus hari ini mengajak kita agar kita selalu melekat pada-Nya, karena DIA adalah pokok anggur sedangkan kita adalah ranting – ranting-Nya, kalau memang demikian, kita sebagai ranting tidak akan dapat hidup kalau tidak menempel pada pokok anggur, oleh karena itu dalam hidup sehari – hari, kita tidak dapat hidup dengan mengandalkan diri kita sendiri, karena kita sebagai manusia ini serba terbatas.

Lalu untuk dapat berbuah sebagai ranting harus dibersihkan supaya berbuah lebih banyak. Begitu juga dalam hidup kita sehari – hari pasti akan mengalami masalah, problem dan tantangan, kita tidak dapat mengatasi semua itu dengan menggunakan kekuatan sendiri, tetapi sebaliknya kalau kita bersatu dengan Yesus, maka apapun yang kita hadapi Dia akan membantu kita, yang memampukan kita untuk melalui semuanya itu. Karena justru melalui tantangan di kehidupan ini Tuhan hendak memproses kita supaya semakin kuat di dalam DIA. Oleh karena itu marilah kita dengan sungguh – sungguh mengambil keputusan untuk menyerahkan diri bersatu dengan DIA dalam seluruh langkah – langkah hidup kita sehingga segala keterbatasan dan kelemahan kita akan dilalui-Nya dan kita menghasilkan buah iman yang berlimpah.
Amin.
Read More ..

Selasa, 27 April 2010

Firman Tuhan Pelita Bagi Langkah Kita


28 April 2010

Yoh 12 : 44 – 50

Yesus datang ke dunia sebagai terang agar setiap orang yang percaya pada-Nya tidak tinggal di dalam kegelapan, karena dunia sudah dikuasai oleh kegelapan. Dan setiap kita yang telah menerima terang-Nya yang ajaib, hendaklah juga menjadi terang bagi sesama supaya kegelapan hati manusia dan belenggu dosa dapat dihalau.

Bukan berarti Dia datang sebagai terang untuk menelanjangi kita sebagai hakim yang menunjukkan kesalahan dan dosa – dosa kita, tetapi justru melalui terang-Nya yang ajaib Dia mau menyelamatkan kita dengan memberikan kesadaran kepada kita akan cara hidup lama yang tidak menjamin masa depan kita untuk kita mau mengubah haluan hidup kita yaitu mulai hidup menurut Firman-Nya dan kebenaran-Nya.

Setiap kita yang sudah mengetahui kebenaran-Nya melalui Firman-Nya hendaklah mulai berubah dalam cara pandang dan pola pikir seperti cara pandang Tuhan, agar kita tidak menjadi sama dengan dunia ini sehingga bukan masalah atau kesulitan yang kita hindari, tetapi kita akan melalui pergumulan hidup ini dengan sabar, tidak mudah putus asa atau kecewa dengan keadaan yang ada.

Maka, setiap Firman Tuhan yang menyapa kita akan menjadi rhema dalam hidup kita. Karena Firman Tuhan yang kita dengar atau kita baca adalah Tuhan sendiri yang berbicara kepada kita secara pribadi, bukan untuk menegor atau membuktikan kesalahan orang lain melalui kita. Oleh karena itu mari kita tangkap Firman Tuhan yang menghampiri kita dengan penuh iman dan bersama Roh Kudus yang memimpin hidup kita akan memberikan kita kemampuan untuk menerapkan Firman Tuhan dalam hidup sehari – hari, sehinga dari hari ke hari hidup kita akan semakin memancar terang karena terang itu telah menerangi langkah – langkah kita. Amin
Read More ..

Kamis, 22 April 2010

Kasih Karunia TUHAN



Melalui berbagai cara Tuhan berkerja dalam hidup kita untuk memberikan kepada kita kemampuan daripada-Nya dimana sebenarnya kita sebagai manusia tidak mampu melakukannya.

Tetapi seringkali ketika situasi yang kita hadapi tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tidak jarang manusia lari dari kenyataan yang mengakibatkan tidak dapat merasakan Kasih Karunia-Nya. Padahal seringkali Tuhan memakai persoalan, pergumulan maupun tantangan yang kita hadapi untuk memurnikan iman kita, untuk membawa kita kepada level yang lebih tinggi supaya kita sungguh – sungguh hidup dalam Kasih Karunia-Nya. Oleh karena itu marilah kita mengubah cara pandang kita terhadap masalah yang ada karena melalui pergumulan hidup yang kita alami saat ini kita mau belajar untuk tetap setia menerapkan Firman-Nya, tetap setiap pada kasih-Nya dan pada kebenaran-Nya.

Karena Tuhan merancang kita untuk menjadi kuat di dalam DIA sehingga semakin hari kita semakin menjadi serupa denganKristus. Persoalan, kesulitan yang kita hadapi sebenarnya bukan dari Tuhan, tetapi Dia ijinkan itu terjadi dengan tujuan supaya kita semakin mengenal DIA, dan menyadari kasih karunia-Nya yang memampukan kita tetap setia pada-Nya dalam segala situasi dan kondisi.

Untuk tetap setia dan bertahan pada kebenaran-Nya kita tidak dapat melakukan dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, karena kemampuan kita terbatas, maka kita harus membiarkan Roh Kudus yang memimpin hidup kita, yang akan menolong kita. Karena Roh Kudus adalah Roh Allah yang kuasa-Nya tidak terbatas, sehingga kelemahan dan keterbatasan kita akan dilalui-Nya. Dan dengan demikian maka apapun yang kita hadapi saat ini kita tidak akan lari dari kenyataan melainkan bersama DIA kita pasti mampu melaluinya sehingga membuat kita semakin hari semakin bertambah iman dan kepercayaan kita kepada-Nya untuk membawa kita pada kemuliaan-Nya. Amin
Read More ..

Setia Dalam Perkara Kecil

Pernah ada seorang pengurus lingkungan yang berkata mengenai tugasnya sebagai pengurus lingkungan begini, untuk urusan lingkungan dia lakukan kalau ada waktu karena sebagai pengurus lingkungan kan tidak mendapat upah, sedangkan pekerjaan di kantor harus sungguh – sungguh diperhatikan sebab menyangkut kelangsungan hidupnya.

Masih banyak orang yang menganggap pelayanan sebagai kegiatan sosial, sehingga mereka melakukan tugasnya tidak sesuai dengan harapan umat dan Gereja. Mereka belum menyadari dan mengerti bahwa hidup ini tidak terlepas dari tuntutan kesetiaan. Setia itu tekun, maka untuk membuktikan kesetiaan harus melalui ujian, seperti Timotius dalam Flp 2 : 22 “Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.”

Timotius,adalah pelayan muda yang sangat hormat kepada Tuhan, dan ia adalah seorang yang setia di dalam melayani Tuhan, juga melayani rasul Paulus yang sudah dianggap sebagai bapanya yang harus dihormati. Di dunia kita menghadapi orang tua di rumah, di sekolah kita menghadapi dosen, di kantor kita menghadapi pimpinan-pimpinan, di dalam Lingkungan / Paroki kita juga menghadapi pimpinan-pimpinannya:, tokoh umat, Depar serta para Romo. Nah, Timotius inilah seorang muda yang menghormati orang tuanya, menganggap rasul Paulus itu bapanya; dan dia melayani dengan suatu kesetiaan yang teruji. Kesetiaan, ini merupakan bagian dari buah Roh.

Mengapa kita gagal berlaku setia karena kita sering hanya mempertahankan hak-hak kita sedemikian rupa. Sebenarnya banyak hal yang dapat membuat kesetiaan kita luntur, ketika orang – orang yang dilayani tidak meresponi dengan baik terhadap apa yang sudah kita lakukan, tidak menghargai semua jerih payah kita atau karena situasi dan kondisi hidup yang menekan dan penuh tantangan.

Kesetiaan dalam iman Kristen adalah kesetiaan yang tanpa syarat (unconditional loyalty). Oleh karena itu kesetiaan kita sebagai orang percaya tidak boleh berubah karena tindakan atau perlakuan yang tidak pantas. Justru kita terpanggil untuk menjadi berkat bagi mereka melalui doa – doa kita.

Dengan perkataan lain, memberlakukan kesetiaan tanpa syarat membutuhkan pengorbanan diri yang sangat eksistensial. Kalau kita sudah menanggapi panggilan Tuhan, maka Dia menganggap kita mampu berlaku setia. Ketika kita berani berlaku setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal – hal yang lebih besar lagi kepada kita. Kenapa harus setia ? Karena Tuhan itu setia, maka Dia juga menuntut kita untuk setia karena persoalan yang kita hadapi di dunia ini tidak akan melebihi kemampuan kita, dan Tuhan senantiasa menyertai kita untuk memberikan kita jalan keluar (bdk 1 Kor 10 : 13) dan semua yang lahir dari Allah akan mengalahkan dunia dan kemenangan itu melalui iman kita (1 Yoh 5 : 4) . Amin
Read More ..

Kamis, 15 April 2010

Perjalanan Iman


Setiap manusia pasti diperhadapkan dengan tantangan atau pergumulan di dalam hidupnya. Tetapi seringkali manusia tidak berani menghadapinya atau lari dari kenyataan. Padahal seringkali Tuhan ijinkan tantangan atau pergumulan terjadi untuk memurnikan iman kita dan membawa kita kepada level yang lebih tinggi lagi supaya kita mengalami pertumbuhan rohani yang sehat.

Memang masalah, pergumulan bukan dari Tuhan, tetapi manusia yang menciptakannya karena kekurangan peka manusia pada kehendak Tuhan, sehingga manusia berjalan menurut pemikiran dan keinginannya sendiri. Padahal manusia kapasitasnya terbatas, kita hanya dapat memperkirakan sesuai dengan apa yang kita lihat secara mata jasmani saja. Seringkali manusia tidak menyadarinya, karena focus / pedoman hidupnya masih pada diri sendiri, sehingga yang memimpin hidupnya juga dirinya sendiri yang serba terbatas ini.

Sebaliknya, Tuhan kuasa-Nya tidak terbatas, oleh karena itu Tuhan mengajarkan bahwa pedoman hidup kita bukan pada diri kita sendiri melainkan Kristuslah yang menjadi pusat hidup kita, sehingga Roh Kudus yang akan memimpin hidup kita.
Karena Roh Kudus kuasa-Nya tidak terbatas, maka ketika hidup kita dipimpin oleh-Nya, damai dan sejahtera akan mengaliri dalam hidup kita seperti air yang tak pernah kering.
Sehingga ketika diperhadapkan pada tantangan atau pergumulan, kita tidak akan mudah menyerah dan tetap bertahan dalam kebenaran untuk berani melaluinya.
Melalui pergumulan dan tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan ini, tanpa disadari akan membawa kita semakin kuat didalam Dia dan semakin bertumbuh iman kita.

Oleh karena itu hidup adalah perjalanan iman.
Apakah kita sampai pada tujuan ?
Tergantung bagaimana kita meresponi setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.
Satu hal yang harus kita sadari bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini, dengan demikian kita berani tetap setiap pada-Nya dalam segala situasi dan kondisi. Amin
Read More ..