Minggu, 31 Januari 2010

Memiliki Pemahaman Yang Benar.


1 February 2010

2 Sam 15:13-14, 30, 16:5-13a ; Mrk 5 :1--20

Hari ini Injil mewartakan Yesus mengusir roh – roh jahat keluar dari diri seseorang, dan memindahkan kepada babi – babi, dan seketika itu juga kawanan babi yang berjumlah kira – kira dua ribu ekor itu terjun dari tepi jurang ke danau dan mati lemas di dalamnya.

Roh – roh jahat selalu ada di sekitar kita, bahkan Firman Tuhan mengatakan bahwa dunia ini dikuasai oleh si jahat (1 Yoh 5 : 19b), tetapi hendaklah kita jangan takut atau kuatir karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini (1 Yoh 4 : 4b). Maka itu sebagai orang percaya, seharusnya kuasa jahat dalam bentuk apapun juga tidak dapat menghampiri kita, tidak dapat menguasai kita, melalui darah Yesus dan kebangkitan-Nya kuasa jahat, kuasa kutuk kuasa iblis sudah dipatahkan, kita sebenarnya sudah dibebaskan dan dimerdekakan dari si jahat.

Si jahat masih dapat menipu manusia kalau mereka tidak memiliki pemahaman yang benar akan Sabda Tuhan. Bagaimana caranya supaya dapat memiliki pemahaman yang benar akan Sabda Tuhan ?

1. Menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan secara pribadi
2. Membaca dan merenungkan Firman Tuhan secara rutin.
3. Mengendapkan Firman Tuhan di dalam hati dan pikiran kita, sampai Firman Tuhan benar – benar meresap dalam diri kita.
4. Senantiasa berdoa setiap waktu, setiap jam, setiap menit.

Semua itu tidak dapat kita lakukan kalau menggunakan kekuatan sendiri, tetapi mari kita libatkan Roh Kudus karena kuasa-Nya tidak terbatas.

Bapa yang penuh Kuasa, curahkanlah rahmat-Mu agar kami senantiasa memiliki kerinduan untuk mengadakan relasi dengan-Mu, serta melalui bimbingan Roh Kudus-Mu kami yang akan memampukan kami untuk berjaga – jaga selalu sebab Engkaulah perisai yang melindungi aku, dan ketika aku berseru kepada-Mu Engkau menjawab aku. Amin
Read More ..

Jumat, 29 Januari 2010

Kesetiaan Tuhan


30 January 2010

2 Sam 12:1-7a, 11-17 ; Mrk 4 : 35-41

Dalam kehidupan ini setiap kita pernah mengalami ketakutan, kekuatiran, maupun kecemasan, entah karena memang kita ada masalah atau mendengar berita / kabar dari orang – orang di sekitar kita mengenai hal – hal buruk yang akan terjadi. Ketika
manusia berada pada kondisi tsb. maka mereka menjadi kebingungan sehingga seolah – olah kehilangan kendali atau pegangan hidup, akibatnya mereka mulai berpikir dengan caranya sendiri untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Injil hari ini memwartakan, ketika Yesus mengajak para murid untuk bertolak ke seberang, ketika Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam, tiba – tiba angin taufan datang dengan dasyat, dan para murid menjadi kepanikan, dalam kepanikan para murid membangunkan Yesus dan berkata “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa ?”
Dan segeralah Yesus menghardik angin itu dan berkata “Diam ! Tenanglah !” lalu angin itu segera reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Para muridpun kagum bercampur takut melihat apa yang sudah dilakukan-Nya, dan Yesus berkata “Mengapa kamu begitu takut ? Mengapa kamu tidak percaya ?”. Dengan ini Yesus memberikan kesadaran kepada para murid, bahwa untuk mengikuti Dia harus ada penyerahan diri yang total, bukan hanya sekedar sebagai pengagum-Nya saja.

Tidak jarang, ada yang mempercayai Tuhan karena melihat mujijat, masih ada yang mau mengikuti Tuhan karena ingin mendapatkan sesuatu dari-Nya, dan ketika apa yang diharapkan tidak tercapai, mereka menjadi kecewa bahkan dapat meninggalkan-Nya. Mari kita yang sudah percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, mau menyadari bahwa peristiwa – peristiwa hidup yang kita alami atau pergumulan hidup yang ada pada kita membawa kita semakin berserah kepada-Nya. Karena melalui tantangan dalam hidup ini sebenarnya Tuhan sedang memproses kita supaya kita dapat bertumbuh secara sehat rohani kita, untuk semakin serupa dengan –Nya. Sebagai manusia biasa kita memang penuh keterbatasan dan kelemahan, tetapi satu hal yang harus kita sadari bahwa Tuhan itu setia, Dia tidak pernah meninggalkan kita, dan membiarkan kita berjalan sendiri, penyertaan-Nya sempurna untuk setiap kita. Taufan kehidupan akan menerpa kita kapanpun juga meskipun tidak kita undang, oleh karena itu janganlah kita membatasi kuasa Tuhan melalui pola pikir kita yang cenderung mementingkan diri kita sendiri, tetapi mulai saat ini apapun situasi dan kondisi kita, kita mau tetap tenang dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Amin.
Read More ..

Rabu, 27 Januari 2010

Hendaklah Terangmu Bercahaya


28 January 2010

2 Sam 7 : 28-19, 24-29 ; Mrk 4 : 21-25

Lampu berfungsi untuk menerangi, ketika kegelapan datang, untuk memberikan cahaya, memberikan terang juga dapat membantu mereka yang menjalankan aktivitasnya. Tetapi kalau lampu tsb. tidak dinyalakan, maka tidak ada gunanya, tidak ada manfaatnya lampu itu ada.

Hari ini Tuhan memberikan perumpamaan bahwa orang membawa pelita bukan untuk diletakkan di bawah gantang karena tidak ada fungsinya , tetapi untuk diletakkan di atas kaki dian, agar sinarnya bercahaya, dan sinar itu bukan untuk pelita itu sendiri tetapi dapat menerangi ruangan sekitarnya, memberikan terang sehingga tidak ada yang tidak kelihatan. Tujuan Tuhan memberikan perumpamaan ini supaya para murid yang selalu mengikuti-Nya dapat memberikan teladan, mempunyai pengaruh bagi sekitarnya, dapat membawa orang kepada sumber terang yang sejati yaitu Yesus.

Sebagaimana para murid, kita juga diharapkan oleh Tuhan dapat menjadi terang, dan terang tsb. dapat memberikan dampak serta pemulihan bagi sesama. Melalui Firman Tuhan yang selalu kita renungkan, hendaklah kita wujudkan melalui gaya hidup kita agar dapat membawa perubahan bagi siapa saja dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu mari kita jadikan Firman Tuhan sebagai dasar hidup kita supaya segala tutur kata dan tindakan kita serta apa yang kita kerjakan semuanya kita lakukan dengan baik untuk kemuliaan Tuhan.

Bapa yang penuh kasih, berkati kami, agar dalam hidup sehari – hari, kami senantiasa memancarkan terang Kristus, melalui sikap, tutur kata dan pikiran kami. Oleh karena itu kami mohon agar Roh Kudus memberi kemampuan kepada kami untuk selalu berpikiran positif dan menjauhkan kami dari segala yang dapat menimbulkan perselisihan. Amin
Read More ..

Selasa, 26 Januari 2010

Menghidupi Sabda Tuhan


27 January 2010

2 Sam 7:4-17 ; Mrk 4 : 1-20

Para petani pasti menginginkan hasil yang baik bagi setiap benih yang ditaburkan. Maka sebelum mereka menabur benih tsb. mereka mempersiapkan tanah yang akan digunakan dengan membajaknya supaya gembur menyingkirkan batu – batu yang ada,

setelah benih ditaburkan, para petani belum selesai tugasnya, supaya menghasilkan buah yang lebat dan baik, maka harus diberi pupuk serta secara teratur disirami.

Hari ini Tuhan mengumpamakan Kerajaan Surga sebagai seorang penabur benih. Benih ditabur di beberapa tempat, ada yang di pinggir jalan tetapi tidak ada hasilnya, karena dimakan burung sampai habis, ada juga yang ditabur di tanah yang berbatu – batu yang tanahnya tipis, sehingga benih tsb tidak dapat bertahan lama dengan sengatan matahari menjadi kering dan tidak berakar, kemudian ada juga yang jatuh di semak berduri, tetapi juga tidak menghasilkan karena terhimpit semak yang makin besar sehingga mati sebelum menghasilkan buah, sebagian lagi jatuh di tanah yang baik, dia dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berlimpah.
Benih yang dimaksud adalah Sabda Tuhan, Sabda Tuhan diberikan kepada setiap manusia, ada yang mendengarnya tetapi hanya sekedar mendengarkan saja tanpa memahaminya, ada yang hatinya keras, yang tidak tahan uji terhadap tantangan dan cobaan yang datang dalam kehidupanya, tetapi ada juga yang mendengarkan dengan hati yang terbuka dan sungguh – sungguh memahami dan menerapkan dalam kehidupannya sehingga menghasilkan buah yang melimpah dalam kehidupannya.

Sabda Tuhan yang sudah ada di dalam hati kita, hendaklah terus kita pelihara agar dapat bertumbuh dengan sehat dan akhirnya menghasilkan buah yang melimpah. Oleh karena itu mari kita senantiasa meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, sampai Sabda Tuhan itu meresap dalam hati kita agar dapat berkembang dengan baik dan melalui bantuan Roh Kudus kita akan menghidupinya. Dengan demikian hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.
Read More ..

Minggu, 24 Januari 2010

Mewartakan Kabar Baik


25 January 2010

Kis 22:3-16/ Kis 9:1-22 ; Mrk 16 : 15-18

Sebelum Tuhan naik ke Surga, Tuhan memberi mandat kepada para murid-Nya untuk melakukan pewartaan Injil, pewartaan kabar baik, kepada seluruh umat manusia. Bagi mereka yang percaya dan dibaptis mereka akan memperoleh keselamatan, arti baptis

disini, bukan sekedar membawa orang untuk menerima pembaptisan saja, tetapi benar – benar membawa orang untuk tenggelam dan menyatu dengan Allah Tritunggal, sehingga seluruh hidupnya diubahkan, dan Yesus menjadi pusat hidupnya, menjadi satu – satunya pedoman hidupnya, maka dalam situasi apapun juga imannya tidak akan goyang.

Dalam melakukan tugas perutusan ini, hendaklah kita mengawali dengan menginjili diri kita sendiri terlebih dahulu untuk mengembangkan iman kita, agar menjadi dasar yang kuat, sehingga ketika kita menghadapi halangan atau rintangan, kita dapat menghalaunya, karena setiap kita yang percaya sudah menerima kuasa dari-Nya untuk menyemmbuhkan yang sakit, untuk mengusir setan dan untuk mengalahkan yang jahat. Maka itu kita tidak perlu takut atau kuatir karena Tuhan sudah memperlengkapi kita, tinggal bagaimana kita mengimaninya.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Bertobatnya St. Paulus. Peristiwa pertobatan Paulus memberikan kesadaran kepada kita, bahwa Tuhan hendak memakai siapa saja yang mau dalam melakukan tugas perutusan ini, Tuhan tidak mencari orang yang suci, yang sempurna tanpa dosa, oleh karena itu mewartakan Kabar Baik adalah kewajiban setiap orang beriman, dan kita melakukannya mulai dari sekarang, bukan menunggu sempurna terlebih dahulu, atau menunggu kalau ada waktu. Tetapi hendaklah cara hidup kita sehari – hari merupakan pewartaan Kabar Baik bagi setiap orang yang kita jumpai, untuk membawa mereka mengalami kasih Allah.

Bapa di Surga, kami sadar bahwa kami adalah manusia lemah, tetapi kamipun tahu bahwa di dalam Engkau segala kelemahan dan keterbatasan kami akan disempurnakan, maka itu kami mohon rahmat-Mu, agar dalam mewartakan Kabar Baik ini kami dapat melakukannya dengan iman. Amin
Read More ..

Sabtu, 23 Januari 2010

Jangan Takut Berbuat Baik


23 January 2010

2 Sam 1:1-4, 11-12, 19, 23-27 ; Mrk 3 : 20-21

Untuk melakukan kebaikan tidak selalu mendapat respon yang baik dari orang – orang di sekitar kita. Saya teringat seorang teman yang pernah bercerita, ketika dia lagi di jalan dengan mobilnya, tiba – tiba satu meter di depan mobilnya ada pengendara

motor yang ditabrak dan yang menabrak itu lari, dengan spontan teman saya menghentikan mobilnya, tetapi dia ragu – ragu untuk turun menolong orang tsb. karena berbagai macam pertimbangan, tetapi dari hatinya yang terdalam ada dorongan yang sangat kuat untuk menolong, dan dengan rasa yang was – was, akhirnya turun juga dan menolongnya, singkat cerita, semua berjalan dengan lancar dan baik.

Itulah yang sering terjadi juga dalam kehidupan ini, kita sering menilai segala sesuatu dengan hal – hal yang ada di dunia ini, dengan kebiasaan dunia. Tuhan tidak takut melakukan kebaikan meskipun mendapat celaan, sindir-an bahkan penderitaan yang luar biasa, bagi Tuhan berbuat baik itu bukan pilihan tetapi kewajiban kita sebagai orang yang sudah mengalami kasih-Nya, dan kita berbuat baik demi kemuliaan Tuhan.
Marilah kita memandang segala sesuatu sesuai dengan sudut pandang Tuhan, sehingga kita tidak perlu kuatir atau takut untuk melakukan perbuatan baik.
Kalau Tuhan selalu memberi teladan kepada kita melalui kasih-Nya yang luar biasa, maka kita sebagai pengikut-Nya hendaklah berbuat hal yang sama, meskipun terkadang perbuatan baik kita tidak dapat diterima oleh sesama, atau bahkan terjadi pertentangan tetapi kita jangan putus asa dan menyerah, tetapi hendaklah segala halangan yang ada semakin memacu semangat kita untuk selalu melakukan kebaikan karena dunia ini semakin keras, dan dunia sangat membutuhkan orang – orang yang mau berbuat baik bagi sesama. Lakukanlah perbuatan baik dengan tulus, dengan cara yang manis untuk menghalau segala halangan yang ada.

Bapa yang penuh kasih, berilah kami rahmat-Mu untuk kami mampu melangkah dalam perbuatan baik dengan tulus tanpa rasa takut dan kuatir. Amin.
Read More ..

Kamis, 21 Januari 2010

Tugas Perutusan


22 January 2010

1 Sam 24 : 3-21 ; Mrk 3 : 13-19

Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dengan dibaptis, pada saat itu juga sudah kita menerima tugas perutusan. Tuhan sendiri yang mengutus setiap orang yang percaya dan yang menerima Dia, juga kita tidak dilepas begitu

saja, tetapi Tuhan memberikan kuasa-Nya melalui Roh Kudus yang ada dalam kita, untuk memberikan kita kemampuan dan kuasa untuk mengusir roh – roh jahat. Jadi Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini.

Masih ada diantara kita, yang belum menyadari akan tugas perutusan ini, sehingga mereka tidak ada bedanya dengan dunia, ada juga sebagian yang sudah menyadari tugas perutusan ini tetapi masih sering ragu – ragu atau kuatir dengan kemampuannya, orang – orang seperti ini adalah mereka yang mengandalkan kemampuan dirinya sendiri, sehingga membatasi karya dan kuasa Tuhan.

Bagaimana kita dapat melaksanakan tugas perutusan ini :

1. 12 orang yang ditetapkan oleh Yesus untuk melakukan tugas perutusan ini. Seperti 12 murid tsb. Tuhan sendirilah yang sudah memilih setiap kita, 12 orang yang dipilih –Nya bukanlah orang – orang yang sempurna, 12 murid tsb. adalah orang – orang yang sederhana, penuh kelemahan,juga bukanlah orang-orang yang pandai, tetapi 12 orang tsb. diberi-Nya kuasa, artinya bahwa segala kelemahan dan keterbatasannya akan dilewati atau dilalui oleh Tuhan melalui Roh Kudus, karena Tuhan kuasa-Nya tidak terbatas. Sebagai manusia biasa sampai kapanpun kita tidak mungkin bisa sempurna, jadi tidaklah mungkin dalam melakukan tugas perutusan ini kalau menunggu sempurna terlebih dahulu. Andalkanlah Tuhan, biarlah Tuhan yang bekerja di dalam hidup kita, sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk berkata “aku belum mampu, aku tidak bisa” dalam melakukan tugas perutusan yang Tuhan berikan kepada kita.

2. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus, ketika kita membiarkan Roh Kudus yang memimpin hidup kita, maka kasih karunia Tuhan akan kita alami. Kasih Karunia adalah kemampuan dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk manusia melakukan sesuatu yang sebenarnya manusia itu tidak mampu melakukan. Sehingga dalam melakukan tugas perutusan kita dapat melakukan dengan penuh sukacita dan penuh kerinduan untuk melihat orang – orang lainpun dapat mengalami kasih Tuhan seperti yang sudah kita alami.

Mari, janganlah kita takut atau kuatir mewartakan kasih-Nya melalui seluruh gaya hidup kita, karena kita sudah diperlengkapi dengan Kuasa-Nya yaitu Roh Kudus, yang akan memampukan kita. Amin.
Read More ..